Langsung ke konten utama

Perjuangan 17 KM Dander- Bojonegoro

 

Rapi dan disiplin

Sabtu (20/08/2022), SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, sebanyak empat regu putra dan putri mewakili lomba gerak jalan 17 Km tingkat pelajar SMA/MA/SMK yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro. Total siswa dan siswi yang terpilih menjadi peserta gerak jalan adalah 33 siswa untuk tiga regu putra dan 11 siswi untuk satu regu putri. Bagi mereka, keikutsertaan lomba ini menjadi pengalaman pertama. Oleh karena itu, segala persiapan telah dilakukan bersama-sama dengan guru pendampingnya. 

Sunki Mahmud Sulthon, selaku Waka Kesiswaan telah melatih peserta dengan maksimal. Menurutnya, beberapa latihan tersebut meliputi baris-berbaris serta kekompakan gerakan gerak jalan. "Dalam dua pekan, peserta gerak jalan dilatih memahami dan menjalankan instruksi pemimpin barisan. "Hasil latihan ini bergantung pada sejauh mana anggota regu mengerti instruksi pemimpin barisan." cetus Sulthon. Ditanya tentang target, pihaknya tidak ingin berlebihan karena hanya ingin menunjukkan citra positif dan aktif partisipatif sekolah kepada publik. "Juara atau tidak bukan target kami, yang penting publik bisa kenal dengan sekolah ini saat tampil di lomba gerak jalan."tambahnya kepada wartawan.


Gerak jalan regu putri


jaga citra sekolah

Tetap semangat





















Salah satu anggota regu putra, Rifa Dwi mengaku kondisi fisiknya kewalahan saat lomba. Sempat regunya berhenti beberapa kali untuk rehat sejenak. "Ya jujur karena pertama kali gerak jalan 17 km jadi merasa lelah." jelasnya. (humas/hmy)

Komentar

  1. Terus maju adik2 sma muh 1 bojonegoro, sukses selalu

    BalasHapus
  2. Saya sangat bangga kepada bapak Hilmi Abdul Rahman yang melatih dengan hati nurani saya bangga mengenal beliau semangat sekolah ku

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

Sosialisasi AKM dan Implikasinya bagi Pembelajaran

Rapat sosialisasi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro bersama pengawas pembina      Bojonegoro, Senin (08/02/2021). SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengadakan rapat pertemuan dengan pengawas pembina, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd dalam rangka sosialisasi asesmen kompetensi minimum (AKM). Mulai tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemdikbud) telah mencanangkan program tersebut guna menjaga kualitas pendidikan setelah ujian nasional (UN) ditiadakan. Dalam rapat tersebut, pengawas yang akrab dipanggil Restu menjelaskan bahwa tujuan AKM adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. "Jadi AKM, selain melakukan perbaikan mutu pembelajaran bagi satuan pendidikan, juga sebagai sistem evaluasi terhadap tingkat pemerataan pendidikan oleh pemangku kebijakan," jelasnya. Dengan adanya AKM, akan tampak bagaimana proses pembelajaran dan hasilnya di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro.       Adapun proses pembelajaran t...

Memperingati Tiga Hari Besar

Dimeriahkan Lomba Antar Siswa suasana persiapan lomba      Kamis, 21 Oktober 2021, SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro menggelar lomba untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi Bojonegoro ke-344 dan Hari Santri Nasional. Even ini dimanfaatkan betul oleh para siswa yang turut mejadi peserta lomba.  Kemeriahannya pun terasa karena antusiasme siswa yang tinggi. Ketua panitia penyelenggara lomba, Natikah mencatat ada total 30 siswa peserta. Diantaranya 10 siswa kelas X IPA, 10 siswa kelas XI IPS dan 10 siswa kelas XII IPA. menghayati puisi      Jenis lomba kali ini terdiri dari lomba membaca puisi, pidato berbahasa Jawa dan Indonesia dan menggambar poster. Dengan jenis lomba yang beragam tersebut siswa dapat memilih sesuai minat dan bakatnya. Salah satunya adalah Siti Aisyah. Siswi asal Padang, Sumatera Barat itu mantap memilih lomba baca puisi karena gemar dengan bidang kesusastraan. Terbukti pilihannya itu tepat. Dia berhasil tampil baik. "Alhamdu...