Langsung ke konten utama

Sudut Prestasi Sekolah

 Raih Perunggu, Tetap Prestasi yang Membanggakan

Akui Mestinya Bisa ke Final

Dicky Ferdiansyah dengan medali perunggunya

SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro (10/11/2021) Atlet paralimpik cabang olahraga tenis meja, Dicky Ferdiansyah berhasil membawa pulang medali perunggu dari Pekan Paralimpik Nasional (Papernas) XVI di Papua 2021. Mewakili klasemen tunggal upper daksa, permainannya harus terhenti pada semifinal dengan skor 1-3 dalam tiga babak. 

Jangan lelah untuk berprestasi


Kekalahan tersebut, diakuinya, merupakan tidak sesuai target dari pelatih. Menurut sang pelatih, Karijono, performa anak didiknya kurang maksimal. "Dicky terkesan menyepelekan (lawan,Red)," jelasnya kepada wartawan. Kekecewaan ini sama halnya Dicky rasakan karena seharusnya mampu mencapai babak final. Walaupun prediksi pelatih putra pasangan Muhammad Wanito dan Insiyah meleset, perolehan perunggu tetap membanggakan Kabupaten Bojonegoro. 

Setelah Papernas XVI Papua, agenda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah Asian Youth Paragame, 26 November. Soal hasilnya nanti , Dicky ingin memperbaiki dari yang telah dicapai saat ini. Dirinya berharap mampu memberikan hasil maksimal sesuai  target yang diberikan pelatih.(hmy/humas)




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

Sosialisasi AKM dan Implikasinya bagi Pembelajaran

Rapat sosialisasi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro bersama pengawas pembina      Bojonegoro, Senin (08/02/2021). SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengadakan rapat pertemuan dengan pengawas pembina, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd dalam rangka sosialisasi asesmen kompetensi minimum (AKM). Mulai tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemdikbud) telah mencanangkan program tersebut guna menjaga kualitas pendidikan setelah ujian nasional (UN) ditiadakan. Dalam rapat tersebut, pengawas yang akrab dipanggil Restu menjelaskan bahwa tujuan AKM adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. "Jadi AKM, selain melakukan perbaikan mutu pembelajaran bagi satuan pendidikan, juga sebagai sistem evaluasi terhadap tingkat pemerataan pendidikan oleh pemangku kebijakan," jelasnya. Dengan adanya AKM, akan tampak bagaimana proses pembelajaran dan hasilnya di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro.       Adapun proses pembelajaran t...

Memperingati Tiga Hari Besar

Dimeriahkan Lomba Antar Siswa suasana persiapan lomba      Kamis, 21 Oktober 2021, SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro menggelar lomba untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi Bojonegoro ke-344 dan Hari Santri Nasional. Even ini dimanfaatkan betul oleh para siswa yang turut mejadi peserta lomba.  Kemeriahannya pun terasa karena antusiasme siswa yang tinggi. Ketua panitia penyelenggara lomba, Natikah mencatat ada total 30 siswa peserta. Diantaranya 10 siswa kelas X IPA, 10 siswa kelas XI IPS dan 10 siswa kelas XII IPA. menghayati puisi      Jenis lomba kali ini terdiri dari lomba membaca puisi, pidato berbahasa Jawa dan Indonesia dan menggambar poster. Dengan jenis lomba yang beragam tersebut siswa dapat memilih sesuai minat dan bakatnya. Salah satunya adalah Siti Aisyah. Siswi asal Padang, Sumatera Barat itu mantap memilih lomba baca puisi karena gemar dengan bidang kesusastraan. Terbukti pilihannya itu tepat. Dia berhasil tampil baik. "Alhamdu...