Langsung ke konten utama

Pondok Ramadhan: Menjadikan Generasi Kuat Untuk Menyatukan Ummat

 Sarana Penguatan Ketakwaan dan Kapasitas Diri Peserta Didik

Narasumber menyelaraskan interaksi dengan peserta pondok ramadhan
kepala sekolah memberikan arahan pelaksanaan kegiatan kepada peserta didik

Bojonegoro - SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Marhaban Ya Ramadhan...Kegiatan Training Centre Darrul Arqom (TCDA) atau pondok Ramadhan telah dibuka pada hari Rabu (03/04/2024) oleh kepala sekolah, Novy Cahya Kuncara bersama para guru dan peserta didik. Pelaksanaan TCDA tersebut juga dirangkai dengan acara bermalam oleh guru dan peserta didik pada hari Kamis (04/04/2024) di sekolah. Kemudian penutupan kegiatan diselenggarakan pada hari Jum'at (05/04/2024) pagi pukul 08.00. WIB. 

Pembukaan pondok ramadhan tahun ajaran 2023/2024 diawali dengan motivasi untuk membangun kepercayaan diri dan kapasitas sebagai seorang peserta didik. Materi pertama yang disampaikan oleh koordinator Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojonegoro, Markasim, dapat memantik keberanian peserta didik agar bercita-cita. Menurutnya, tidak ada yang salah untuk memiliki cita-cita tinggi sehingga timbul keinginan kuat untuk mencapainya. "Jangan takut untuk bercita-cita tinggi karena itu akan mendorong kalian untuk bekerja lebih keras. Bahkan jika ternyata cita-cita itu tidak tercapai namun masih ada semangat dan kerja keras sebagai modal untuk mencapai target yang lain", jelas guru SMAN 1 Bojonegoro tersebut. Disamping itu perjalanan menuju cita-cita tidak hanya memerlukan kemampuan fisik dan kecerdasan tetapi juga spirit keagamaan yang kuat untuk mengarahkan upaya seseorang tetap pada jalan yang benar menurut Islam. Kedua hal itu, tambah Markasim, harus seimbang agar proses pencapaian cita-cita mendapatkan hasil  dan pahala dari Allah SWT.

Kajian Islam diikuti oleh peserta pondok Ramadhan

Pemberian materi berlanjut pada pembahasan terkait penentuan bulan Ramadhan oleh Ustadz Rizal Kurniawan. Dari berbagai metode penentuan awal bulan Ramadhan yang ada, Persyarikatan Muhammadiyah memiliki metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal. Menurutnya posisi hilal (anak bulan) menentukan awal warga Muhammadiyah berpuasa. Namun, tidak ada kriteria ketinggian minimum seperti yang digunakan oleh pemerintah (MABIMS) yakni deklinasi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Selain itu, guru PAI SMAN 4 Bojonegoro tersebut tidak lupa mengingatkan agar peserta didik senantiasa berpuasa dengan benar sesuai perintahnya dalam surat Al-Baqarah ayat 183. "Tujuan supaya adek-adek dapat menjadi insan yang muttaqin", jelasnya. 

Peserta didik menyimak materi kewirausahaan sebagai solusi bekerja

Selain itu, pelaksanaan training centre dalam kegiatan pondok Ramadhan ini disertai pembekalan tentang kewirausahaan. Seorang usahawan konveksi, Abdul Mukron menjelaskan langkah-langkah berwirausaha kepada peserta didik. Pentingnya wirausaha, lanjutnya, adalah sebagai solusi dari kesulitan mendapatkan pekerjaan. Bahkan kualitas kesejahteraan dapat ditingkatkan melalui berwirausaha. "Syaratnya adalah harus punya keinginan untuk berwirausaha. Kemudian dikuatkan dengan sikap leadership, komunikatif, inovatif, dan kreatif", jelas Mukron. 

Pemaparan bahaya rokok untuk kesehatan dan sosial

Berkaitan dengan kesehatan,  peserta didik dihimbau agar tidak merokok. Pemaparan bahaya rokok secara detail disampaikan dan ditunjukkan infografis kandungan toxin dan dampaknya terhadap organ pernafasan. Kholiq Abdul Mu'ien sebagai pemateri berharap peserta didik tidak mencoba rokok karena dampak negatifnya. Selain itu, sifat rokok yang mengganggu bahkan merugikan kesehatan tersebut merupakan alasan agar dihindari pengonsumsiannya oleh semua kalangan, termasuk peserta didik. "Menurut penelitian ilmiah rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit serius berkaitan kardiovaskular hingga kanker", ujar pria asal Lamongan tersebut. Dia menghimbau untuk segera menghentikan kebiasaan merokok sejak dini agar dampak fatalnya dapat dicegah. "Sebab kesulitan bagi perokok adalah untuk menghentikan kebiasaannya karena telah terpapar nikotin yang bersifat adiktif. Padahal selama dia terus merokok maka tubuhnya akan terus teracuni oleh TAR, karbon monoksida dan metanol dan itu menjadi fatal dalam jangka waktu lama", tambahnya.

Penyampaian materi kaderisasi untuk organisasi sekolah

Materi yang tidak kalah pentingnya adalah kaderisasi organisasi Muhammadiyah di sekolah. Kaderisasi, menurut Shamsuddin, menjadi fondasi dalam proses berorganisasi. Pengkaderan organisasi di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro perlu dijaga agar tetap berjalan baik demi kelangsungan program dan kegiatannya sebagaimana telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu. "IPM harus aktif melakukan kaderisasi dengan pembinaan yang melibatkan para guru/tenaga pendidik. Peserta didik selain belajar juga dapat pengalaman berorganisasi di IPM, HW, dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah di sekolah", jelas pria yang menjabat dibidang pembinaan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Bojonegoro tersebut.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

Sosialisasi AKM dan Implikasinya bagi Pembelajaran

Rapat sosialisasi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro bersama pengawas pembina      Bojonegoro, Senin (08/02/2021). SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengadakan rapat pertemuan dengan pengawas pembina, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd dalam rangka sosialisasi asesmen kompetensi minimum (AKM). Mulai tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemdikbud) telah mencanangkan program tersebut guna menjaga kualitas pendidikan setelah ujian nasional (UN) ditiadakan. Dalam rapat tersebut, pengawas yang akrab dipanggil Restu menjelaskan bahwa tujuan AKM adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. "Jadi AKM, selain melakukan perbaikan mutu pembelajaran bagi satuan pendidikan, juga sebagai sistem evaluasi terhadap tingkat pemerataan pendidikan oleh pemangku kebijakan," jelasnya. Dengan adanya AKM, akan tampak bagaimana proses pembelajaran dan hasilnya di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro.       Adapun proses pembelajaran t...

Gladi Bersih EHB BKS 2021 Masih Bermasalah ?

       M. Fatkur Rozi mengamati soal      Bojonegoro, (16/03/2021) Setelah simulasi EHB BKS 2021 dilakukan hampir satu minggu yang lalu (10/03/2021), permasalahan pada soal masih terjadi pada tahap gladi bersih. Dari pengamatan proktor dan teknisi EHB BKS,  terdapat beberapa item soal yang tidak muncul sehingga tidak sesuai standar pengerjaan. Novy Cahya Kuncara, S.Pd., proktor SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengatakan seharusnya kendala atau masalah yang ada sudah diatasi tim pusat saat gladi bersih EHB BKS. "Harapannya ketika sudah tahap gladi bersih (EHB BKS, red) problem-problem yang ditemukan di simulasi kemarin telah diperbaiki sehingga seluruh soal dapat dikerjakan semua,'' jelasnya.  Ikon (tombol) melanjutkan soal tidak muncul     Tak hanya proktor, siswa kelas XII IPA dan IPS pun terganggu dengan adanya permasalahan soal ini. Bahkan, berdasarkan informasi dari grup whats app AKM Swasta Bojonegoro bahwa dari 40 butir, soal t...