Langsung ke konten utama

Uprak Sekaligus Berkreasi

Melatih Siswa Kreatif Menerapkan Teori Berdasar Pengalaman Sehari-Hari

Kelompok uprak kimia sedang memutar wadah es krim

SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Rabu (23/02/2022), rangkaian kegiatan menjelang kelulusan, kegiatan uprak diselenggarakan. Selama sepekan ini, kelas XII MIPA mengikuti kegiatan tersebut sesuai jadwal yang dibuat sekolah. Beragam materi paraktik diberikan oleh guru pengujinya. Mulai dari mata pelajaran olahraga, PKWU, hingga kimia. 

Pemberian materi uprak oleh guru kelas XII MIPA tak sekedar menguji keterampilan siswa. Wara Muyaning, S.Pd., guru kimia menginginkan agar keterampilan siswa dapat muncul kreativitas. Seperti pada uprak kimia kali ini untuk membuat es krim secara tradisional dengan es kering dan garam. Menurutnya, proses pembuatan es dengan cara sederhana itu  dapat dipadukan dengan kreativitas siswa dalam meracik bahan baku es krimnya. "Misalnya bisa meramu bahan dan warna es krim agar tampilan dan rasanya enak," tuturnya.

Menuangkan garam dalam es kering

Selain kimia, beberapa mata pelajaran lain yang diujikan adalah PKWU dan seni budaya. Produk karya yang dihasilkan untuk kedua matpel tersebut adalah kuliner dan kerajinan tangan (kriya). M. Prayitno, M.Pd. menjelaskan bahwa kecakapan siswa dalam mengolah makanan disesuaikan dengan trend kuliner saat ini. "Kita mengarahkan siswa untuk tahu dan bisa mengolah bahan makanan dengan praktis dan benar. Sehingga kualitas rasanya baik," jelas pria asal Tuban tersebut. Menu yang dibuat pun cukup menarik yakni omelet jamur, nasi goreng chinese dan es lemon squash

Pihak guru memeriksa masakan siswa

Di lain pihak, kriya produk uprak seni budaya (SBK) berupa rumah-rumahan dari stik es krim. Guru SBK, Zadid Taqo, S.Pd. mengaku senang dan mengapresiasi kriya buatan kelas XII MIPA. "Dari segi model rumahnya bervariasi, itu bagus. Kemudian penggunaan warnanya juga sesuai dengan fungsinya, seperti tembok dengan warna yang cerah sehingga kontras dengan warna pintu dan pagarnya," jelasnya. 

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Drs. Aminan, M.Pd. turut mendukung kreatifitas yang muncul selama uprak. Dirinya menghimbau agar hal itu terus ditingkatkan tidak hanya saat uprak tetapi dalam kegiatan rutin pembelajaran. (humas/hmy)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

Sosialisasi AKM dan Implikasinya bagi Pembelajaran

Rapat sosialisasi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro bersama pengawas pembina      Bojonegoro, Senin (08/02/2021). SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengadakan rapat pertemuan dengan pengawas pembina, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd dalam rangka sosialisasi asesmen kompetensi minimum (AKM). Mulai tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemdikbud) telah mencanangkan program tersebut guna menjaga kualitas pendidikan setelah ujian nasional (UN) ditiadakan. Dalam rapat tersebut, pengawas yang akrab dipanggil Restu menjelaskan bahwa tujuan AKM adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. "Jadi AKM, selain melakukan perbaikan mutu pembelajaran bagi satuan pendidikan, juga sebagai sistem evaluasi terhadap tingkat pemerataan pendidikan oleh pemangku kebijakan," jelasnya. Dengan adanya AKM, akan tampak bagaimana proses pembelajaran dan hasilnya di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro.       Adapun proses pembelajaran t...

Gladi Bersih EHB BKS 2021 Masih Bermasalah ?

       M. Fatkur Rozi mengamati soal      Bojonegoro, (16/03/2021) Setelah simulasi EHB BKS 2021 dilakukan hampir satu minggu yang lalu (10/03/2021), permasalahan pada soal masih terjadi pada tahap gladi bersih. Dari pengamatan proktor dan teknisi EHB BKS,  terdapat beberapa item soal yang tidak muncul sehingga tidak sesuai standar pengerjaan. Novy Cahya Kuncara, S.Pd., proktor SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengatakan seharusnya kendala atau masalah yang ada sudah diatasi tim pusat saat gladi bersih EHB BKS. "Harapannya ketika sudah tahap gladi bersih (EHB BKS, red) problem-problem yang ditemukan di simulasi kemarin telah diperbaiki sehingga seluruh soal dapat dikerjakan semua,'' jelasnya.  Ikon (tombol) melanjutkan soal tidak muncul     Tak hanya proktor, siswa kelas XII IPA dan IPS pun terganggu dengan adanya permasalahan soal ini. Bahkan, berdasarkan informasi dari grup whats app AKM Swasta Bojonegoro bahwa dari 40 butir, soal t...