Langsung ke konten utama

Turnamen Futsal Liga Kacabdin Bojonegoro 2022

 Jalan Terjal Tim Futsal SMAMUTU

Sportmanship antar tim

Sabtu (05/03/2022), Turnamen Futsal Liga Kacabdin Bojonegoro 2022 dibuka dengan laga berat untuk Tim Futsal SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Pertandingan pertama mempertemukan tim futsal Muhammadiyah Boarding School (MBS) melawan tim SMAN 2 Bojonegoro. Bahkan, tim lawan mampu menang mudah menghadapi tim MBS dengan skor telak 3 - 0. Tanda-tanda kemenangan tersebut sudah tampak sejak menit awal laga. Permainan tim MBS praktis dibuat sulit berkembang akibat determinasi tinggi dari tim SMAN 2 Bojonegoro. Sang pelatih tim MBS, Hafidz mengakui taktik timnya tak bisa berjalan baik lantaran pressing tinggi kepada para pemain-pemainnya. "Mereka mampu menguasai pertandingan dan merebut bola dengan mudah," jelasnya. 

tim melakukan koordinasi taktik

Pada pertandingan lain, hasil serupa juga diperoleh tim SMA Muhammadiyah lainnya. Tim SMAMUTU yang diawaki oleh salah satu pemain futsal potensial, Noven Dzikry, harus bertekuk lutut kepada tim SMAN Model Terpadu (SMAN MT) dengan skor 0-3. Sayangnya menjelang permainan berakhir seorang pemain penting tim ini, Bryan Fahar harus dikartu merah karena melakukan pelanggaran keras. 

Jalan terjal tim futsal SMAMUTU  di turnamen ini agaknya tak mudah dilalui. Meskipun masih menyisakan satu laga lagi tetapi lawan yang dihadapi adalah tim futsal SMAN 4 Bojonegoro. Lagi-lagi tim ini digelontor setengah lusin gol. Dengan kekalahan kedua dengan skor 0-6, maka terhentilah langkah tim futsal asuhan Novy di babak penyisihan grup. 

Kekalahan telak dalam turnamen ini memang mengecewakan. Sang juru latih tim, Novy Cahya Kuncara mengatakan bahwa hasil buruk ini disebabkan beberapa faktor yaitu keterbatasan pemain yang ikut dan minimnya latihan sebelum turnamen. "Memang hasil ini tidak kami inginkan namun pemain sudah bermain maksimal. Kami hanya membawa lima pemain inti dan dua pemain pengganti. Padahal idealnya lima pemain pengganti. sehingga faktor kelelahan jelas terjadi karena rotasi pemain sangat kurang," tutur guru PJOK SMA Muhammadiyah tersebut.

mengumpan bola

Melakoni dua laga tanpa kemenangan, Novy, berharap pengalaman ini menjadi momentum untuk membenahi kelemahan tim. "Dengan kekalahan saat ini, tim akan dievaluasi guna menyambut turnamen futsal yang akan datang. Saya menginginkan tim ini terus beregenerasi sehingga bisa bersaing dengan tim-tim dari sekolah lainnya," pungkasnya. (hmy/humas)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERHATIAN KHUSUS MANAJEMEN SEKOLAH

pembukaan kegiatan sosialisasi Kamis (06/01/22), SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Kegiatan sosialisasi digelar bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan tema "Sosialisasi Berkaitan Kondisi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro Saat Ini". Proses perubahan pendidikan yang berjalan cepat membutuhkan adaptasi pada manajemen sekolah masing-masing. Guru-guru mengikuti sosialisasi Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Suwardi, M.Si. bahwa hendaknya seluruh komponen tenaga pendidik dan kependidikan meluangkan seluruh potensi yang berkaitan tugas dan fungsinya. "Jika semuanya telah mengerjakannya dengan baik dan bertanggungjawab, mari kita tingkatkan lagi," jelas pria yang menjabat sebagai koordinator  Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojonegoro itu.  Beberapa aspek yang tercakup untuk diperbaiki, menurut Suwardi adalah struktur, ketenagaan, sarana dan prasarana yang harus menyesuaikan pada 8 standar pendidikan tetapi 9 standar pendidikan Muhammadiyah. Beliau menamb...

Uprak Sekaligus Berkreasi

Melatih Siswa Kreatif Menerapkan Teori Berdasar Pengalaman Sehari-Hari Kelompok uprak kimia sedang memutar wadah es krim SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Rabu (23/02/2022), rangkaian kegiatan menjelang kelulusan, kegiatan uprak diselenggarakan. Selama sepekan ini, kelas XII MIPA mengikuti kegiatan tersebut sesuai jadwal yang dibuat sekolah. Beragam materi paraktik diberikan oleh guru pengujinya. Mulai dari mata pelajaran olahraga, PKWU, hingga kimia.  Pemberian materi uprak oleh guru kelas XII MIPA tak sekedar menguji keterampilan siswa. Wara Muyaning, S.Pd., guru kimia menginginkan agar keterampilan siswa dapat muncul kreativitas. Seperti pada uprak kimia kali ini untuk membuat es krim secara tradisional dengan es kering dan garam. Menurutnya, proses pembuatan es dengan cara sederhana itu  dapat dipadukan dengan kreativitas siswa dalam meracik bahan baku es krimnya. "Misalnya bisa meramu bahan dan warna es krim agar tampilan dan rasanya enak," tuturnya. Menuangkan garam dalam ...