Langsung ke konten utama

Misi Sosial: SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro Andil Berqurban Bagi Masyarakat

 280 Bungkus Daging Qurban Dibagikan warga, Penarik Becak dan Pedagang Kecil di Sekitar Sekolah

    

Tim pengemas daging sedang memotong dan menimbang

    Rabu (21/07/2021), SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro memanfaatkan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah untuk berqurban. Hal tersebut telah konsisten dilakukan pihak sekolah saat hari raya qurban pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun latar belakang pentingnya melakukan qurban ini adalah misi sosial didalamnya. Pernyataan tersebut senada yang dengan Kepala Sekolah, Aminan, M.Pd. bahwa disamping untuk melaksanakan syariat agama, qurban juga memiliki nilai kesalehan horizontal. "Maksud kesalehan horizontal adalah hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial,'' jelasnya kepada humas. 

    Walau hanya seekor sapi, sebanyak 280 bungkus dagingnya siap dibagikan. Sasaran pembagian daging tersebut (tasyaruf) adalah warga sekitar, para penarik becak dan pedagang kecil di dekat lingkungan sekolah. Novy Cahya Kuncara, selaku bidang sarana dan prasarana sekolah telah mendata penerima daging qurban dengan rincian sebanyak 100 orang penarik becak, 90 pedagang kecil dan 90 warga sekitar. Disamping itu sekolah juga melibatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk membagikan daging qurban kepada para penerima. Ketua IPM, Anisa Husnul Nabila mengaku senang dengan kegiatan sosial tersebut karena dapat membantu orang-orang di tengah situasi pandemi Covid-19. "Alhamdulillah kami masih dapat berpartisipasi melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat. Apalagi saat pandemi, makna qurban ini makin terasa berarti bagi kami dan semua orang," terang pelajar kelas XII IPA tersebut.

    Sementara itu, kegiatan qurban dilakukan dalam koridor protokol kesehatan yang berlaku. Tercatat jumlah peserta qurban hanya 10 orang yaitu tiga orang pemotong hewan, tiga orang pengemas daging dan empat orang pembagi daging ke warga. Sedangkan aturan wajib mengenakan masker dobel dan social distancing juga ditegakkan. Sehingga kesehatan menjadi prioritas warga sekolah. Hal tersebut agar kegiatan qurban tidak mengakibatkan risiko jangkitan Covid-19. (humas/hmy)

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

Sosialisasi AKM dan Implikasinya bagi Pembelajaran

Rapat sosialisasi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro bersama pengawas pembina      Bojonegoro, Senin (08/02/2021). SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengadakan rapat pertemuan dengan pengawas pembina, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd dalam rangka sosialisasi asesmen kompetensi minimum (AKM). Mulai tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemdikbud) telah mencanangkan program tersebut guna menjaga kualitas pendidikan setelah ujian nasional (UN) ditiadakan. Dalam rapat tersebut, pengawas yang akrab dipanggil Restu menjelaskan bahwa tujuan AKM adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. "Jadi AKM, selain melakukan perbaikan mutu pembelajaran bagi satuan pendidikan, juga sebagai sistem evaluasi terhadap tingkat pemerataan pendidikan oleh pemangku kebijakan," jelasnya. Dengan adanya AKM, akan tampak bagaimana proses pembelajaran dan hasilnya di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro.       Adapun proses pembelajaran t...

Sudut Prestasi Sekolah

 Fokuskan Bakat Tenis Meja untuk Harumkan Bangsa Dicky menerima medali emas dalam pekan paralympic beberapa waktu lalu Bojonegoro, Senin (31 Mei 2021), Ada banyak anak berbakat olahraga di Indonesia yang telah membuktikan dirinya sebagai sang juara. Di berbagai even kejuaraan dalam negeri atau internasional mereka berhasil mengharumkan nama bangsa.  Soal bakat, siapapun boleh memiliki, tak hanya anak-anak yang tinggal di daerah metropolitan. Putera daerah pun juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam prestasi olahraga. suasana saat latihan pra PON jangan kasih kendor Muhammad Dicky Ferdiansyah adalah satu-satunya atlet paralimpik cabang olahraga tenis meja berasal Kabupaten Bojonegoro. Kini, remaja berusia 17 tahun tersebut menjadi salah satu atlet tumpuan kontingen Jawa Timur yang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua tahun ini. "Insyaallah ikut PON Papua November nanti. Latihan juga sudah dilakukan secara i...