Langsung ke konten utama

Bersaing Merebut Tiket Lolos Ke KSN-P bagian 1

 Tiga Siswa Peserta KSN-K Bidang MIPA Bertarung

    

Tiga siswa peserta KSN-K mengerjakan soal

 Bojonegoro, Kamis (03/06/2021), Seleksi Kompetisi Sains Nasional Kabupaten (KSN-K) untuk mata pelajaran MIPA (Ilmu Pengetahuan Alam) tengah berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Terdapat tiga siswa peserta mengikuti seleksi tersebut dengan mata pelajaran Biologi,  Kimia dan Informatika. Puput Tri Wahyudi, Fina Sopiana, dan Rose Dina Mawardah adalah ketiganya yang tengah berjuang memperebutkan tiket lolos menuju KSN Provinsi (KSN-P). Namun, seleksi kali ini dirasa tidak mudah karena persaingan yang ketat dari para peserta lain di Kabupaten Bojonegoro.

Fokus..fokus


    Untuk menjaga asa ini, para peserta dituntut untuk fokus mengerjakan tiap butir soal yang diujikan. Selaku guru pembimbing mata pelajaran Biologi, Natikah telah berpesan agar mempersiapkan KSN-K secara fisik maupun mental. "Selain telah mengikuti program bimbingan mata pelajaran, mereka juga perlu menjaga kesehatan agar pelaksanaan seleksi dapat mereka dimaksimalkan," terang guru lulusan UNESA tersebut. Memang tepat agar siswa peserta melakukan saran yang disampaikan tersebut. Pasalnya, kriteria soal KSN-K membutuhkan tingkat logika yang tinggi. Rose, sapaan akrabnya mengaku butuh lebih dari satu menit untuk menyelesaikan satu butir soal jenis pilihan ganda. Belum lagi dengan soal esainya. "Soal informatika tidak hanya dikerjakan dengan rumus tapi juga berhubungan dengan logika matematika," katanya. Selain dia, Puput dan Fina berpendapat bahwa tingkat kesulitan soal Biologi dan Kimia di atas dari yang mereka pelajari di sekolah. "Soalnya di luar perkiraan, pak. Lumayan sulit hahaha,'' tutur Puput saat kepada wartawan. 

Sayangnya nilai siswa peserta KSN-K tidak dapat dipantau oleh proktor setelah tes selesai. Proktor SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Novy Cahya Kuncara menghimbau agar para peserta tidak perlu kecewa karena hal itu sudah ditetapkan dalam aturan pelaksanaan KSN. "Nanti pekan kedua bulan ini dilakukan penilaian oleh Puspresnas dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Kemudian, peserta yang lolos seleksi KSN-K diumumkan saat pekan ketiga," jelas Novy. Pihaknya meyakinkan apapun hasilnya nanti, jangan sampai membuat para peserta KSN-K berkecil hati karena memang inilah tujuan dari kompetisi. (humas/hmy)

    

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

PERHATIAN KHUSUS MANAJEMEN SEKOLAH

pembukaan kegiatan sosialisasi Kamis (06/01/22), SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Kegiatan sosialisasi digelar bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan tema "Sosialisasi Berkaitan Kondisi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro Saat Ini". Proses perubahan pendidikan yang berjalan cepat membutuhkan adaptasi pada manajemen sekolah masing-masing. Guru-guru mengikuti sosialisasi Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Suwardi, M.Si. bahwa hendaknya seluruh komponen tenaga pendidik dan kependidikan meluangkan seluruh potensi yang berkaitan tugas dan fungsinya. "Jika semuanya telah mengerjakannya dengan baik dan bertanggungjawab, mari kita tingkatkan lagi," jelas pria yang menjabat sebagai koordinator  Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojonegoro itu.  Beberapa aspek yang tercakup untuk diperbaiki, menurut Suwardi adalah struktur, ketenagaan, sarana dan prasarana yang harus menyesuaikan pada 8 standar pendidikan tetapi 9 standar pendidikan Muhammadiyah. Beliau menamb...