Langsung ke konten utama

Sudut Prestasi Sekolah

 Fokuskan Bakat Tenis Meja untuk Harumkan Bangsa

Dicky menerima medali emas dalam pekan paralympic beberapa waktu lalu

Bojonegoro, Senin (31 Mei 2021), Ada banyak anak berbakat olahraga di Indonesia yang telah membuktikan dirinya sebagai sang juara. Di berbagai even kejuaraan dalam negeri atau internasional mereka berhasil mengharumkan nama bangsa. 

Soal bakat, siapapun boleh memiliki, tak hanya anak-anak yang tinggal di daerah metropolitan. Putera daerah pun juga memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam prestasi olahraga.

suasana saat latihan pra PON
jangan kasih kendor


Muhammad Dicky Ferdiansyah adalah satu-satunya atlet paralimpik cabang olahraga tenis meja berasal Kabupaten Bojonegoro. Kini, remaja berusia 17 tahun tersebut menjadi salah satu atlet tumpuan kontingen Jawa Timur yang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua tahun ini. "Insyaallah ikut PON Papua November nanti. Latihan juga sudah dilakukan secara intens setiap hari sesuai arahan pelatih," jelasnya. 

Dicky, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa pencapaian kini berkaitan erat dengan perjalanan masa kecilnya. Kemunculan bakat itu terjadi secara tidak sengaja. Bermula saat dirinya melihat tetangga rumah bermain tenis meja di teras rumahnya. Kemudian Dicky merasa tertarik dengan tenis meja dan ditekuninya hingga sekarang. "Saya jadi suka tenis meja karena waktu itu bisa menang melawan orang dewasa, hehe," kekehnya bercerita. 

Dari usaha keras Dicky menekuni bakatnya itu berbagai prestasi pun datang silih berganti. Bahkan saat dia menginjak bangku SMP. Beberapa even kompetisi olahraga tingkat pelajar yang diikutinya berhasil mendapatkan juara . Mulai juara 1 tenis meja tunggal di ajang O2SN 2018, juara 2 Porkab Bojongoro 2018, juara 1 Paralympic Pelajar tingkat nasional 2018 di Jakarta dan tingkat provinsi Jawa Timur di Surabaya 2021. "Alhamdulillah, selalu ada banyak dukungan dari Pak Bambang, pelatih Monstrex. Lalu keluarga dan teman-teman SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro sehingga bisa optimis mengikuti kompetisi," tambahnya. (humas/hmy)

Komentar

  1. SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro gudangnya anak berprestasi

    BalasHapus
  2. Tambah prestasi, tambah medali

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah SMAMSABO mulai bergeliat kembali..saya alumni 2008

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersaing Merebut Tiket Lolos Ke KSN-P bagian 1

 Tiga Siswa Peserta KSN-K Bidang MIPA Bertarung      Tiga siswa peserta KSN-K mengerjakan soal  Bojonegoro, Kamis (03/06/2021), Seleksi Kompetisi Sains Nasional Kabupaten (KSN-K) untuk mata pelajaran MIPA (Ilmu Pengetahuan Alam) tengah berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Terdapat tiga siswa peserta mengikuti seleksi tersebut dengan mata pelajaran Biologi,  Kimia dan Informatika. Puput Tri Wahyudi, Fina Sopiana, dan Rose Dina Mawardah adalah ketiganya yang tengah berjuang memperebutkan tiket lolos menuju KSN Provinsi (KSN-P). Namun, seleksi kali ini dirasa tidak mudah karena persaingan yang ketat dari para peserta lain di Kabupaten Bojonegoro. Fokus..fokus     Untuk menjaga asa ini, para peserta dituntut untuk fokus mengerjakan tiap butir soal yang diujikan. Selaku guru pembimbing mata pelajaran Biologi, Natikah telah berpesan agar mempersiapkan KSN-K secara fisik maupun mental. "Selain telah mengikuti program bimbingan mata pelajaran, me...

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

PERHATIAN KHUSUS MANAJEMEN SEKOLAH

pembukaan kegiatan sosialisasi Kamis (06/01/22), SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Kegiatan sosialisasi digelar bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan tema "Sosialisasi Berkaitan Kondisi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro Saat Ini". Proses perubahan pendidikan yang berjalan cepat membutuhkan adaptasi pada manajemen sekolah masing-masing. Guru-guru mengikuti sosialisasi Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Suwardi, M.Si. bahwa hendaknya seluruh komponen tenaga pendidik dan kependidikan meluangkan seluruh potensi yang berkaitan tugas dan fungsinya. "Jika semuanya telah mengerjakannya dengan baik dan bertanggungjawab, mari kita tingkatkan lagi," jelas pria yang menjabat sebagai koordinator  Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojonegoro itu.  Beberapa aspek yang tercakup untuk diperbaiki, menurut Suwardi adalah struktur, ketenagaan, sarana dan prasarana yang harus menyesuaikan pada 8 standar pendidikan tetapi 9 standar pendidikan Muhammadiyah. Beliau menamb...