Langsung ke konten utama

Tetap Serius di Hari Pertama EHB BKS 2021

Siswa peserta EHB BKS 2021 tampak serius mengerjakan soal

    Bojonegoro, Senin (22/03/2021), Siswa kelas XII IPA/IPS mengikuti hari pertama ujian EHB BKS 2021. Adapun mata pelajaran yang diujikan secara daring (online) adalah Bahasa Indonesia. Menurut proktor SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Novy Cahya Kuncara, S.Pd. bahwa ujian dimulai tepat pukul 07.00 WIB di laboratorium komputer SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Ujian diselenggarakan dalam waktu 120 menit. Sedangkan pelaksanaan ujian hari ini hanya satu sesi karena jumlah seluruh siswa kelas XII yang kurang dari 72 orang.
Kepala sekolah (baju batik hitam) meninjau ujian
    Hari pertama EHB BKS pun berlangsung dengan baik. Siswa juga tampak serius mengerjakan soal bertipe AKM. Kompleksitas soal tersebut menuntut siswa untuk fokus dan jeli saat membaca soal. Apalagi ciri khas Bahasa Indonesia yang menyajikan soal-soal penuh teks. Jika para siswa tidak fokus memahami isi teks maka mereka akan kesulitan mencari jawaban yang tepat. M. Riezky Firmansyah, siswa kelas XII IPS mengatakan bahwa dirinya perlu hati-hati memilih jawaban dari soal pilihan ganda, mengingat ada kemiripan diantaranya. "Mirip-mirip (jawaban pilihan gandanya, red). Makanya, itu saya pahami beberapa kali biar tepat milihnya," jelasnya. 

M. Riezky Firmansyah mengamati soal

    Selain siswa, harapan terbaik dari EHB BKS 2021 juga disampaikan kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Drs. Aminan, M.Pd. Dirinya menginginkan siswa tetap serius mengikuti ujian dengan rajin belajar agar meraih hasil yang memuaskan. "Semua (siswa,red) saya himbau untuk betul-betul belajar agar hasil ujiannya maksimal. Apalagi nilai ujian ini akan diperingkat oleh Provinsi Jawa Timur," tutupnya. (hmy/Humas)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersaing Merebut Tiket Lolos Ke KSN-P bagian 1

 Tiga Siswa Peserta KSN-K Bidang MIPA Bertarung      Tiga siswa peserta KSN-K mengerjakan soal  Bojonegoro, Kamis (03/06/2021), Seleksi Kompetisi Sains Nasional Kabupaten (KSN-K) untuk mata pelajaran MIPA (Ilmu Pengetahuan Alam) tengah berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Terdapat tiga siswa peserta mengikuti seleksi tersebut dengan mata pelajaran Biologi,  Kimia dan Informatika. Puput Tri Wahyudi, Fina Sopiana, dan Rose Dina Mawardah adalah ketiganya yang tengah berjuang memperebutkan tiket lolos menuju KSN Provinsi (KSN-P). Namun, seleksi kali ini dirasa tidak mudah karena persaingan yang ketat dari para peserta lain di Kabupaten Bojonegoro. Fokus..fokus     Untuk menjaga asa ini, para peserta dituntut untuk fokus mengerjakan tiap butir soal yang diujikan. Selaku guru pembimbing mata pelajaran Biologi, Natikah telah berpesan agar mempersiapkan KSN-K secara fisik maupun mental. "Selain telah mengikuti program bimbingan mata pelajaran, me...

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

PERHATIAN KHUSUS MANAJEMEN SEKOLAH

pembukaan kegiatan sosialisasi Kamis (06/01/22), SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Kegiatan sosialisasi digelar bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan tema "Sosialisasi Berkaitan Kondisi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro Saat Ini". Proses perubahan pendidikan yang berjalan cepat membutuhkan adaptasi pada manajemen sekolah masing-masing. Guru-guru mengikuti sosialisasi Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Suwardi, M.Si. bahwa hendaknya seluruh komponen tenaga pendidik dan kependidikan meluangkan seluruh potensi yang berkaitan tugas dan fungsinya. "Jika semuanya telah mengerjakannya dengan baik dan bertanggungjawab, mari kita tingkatkan lagi," jelas pria yang menjabat sebagai koordinator  Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojonegoro itu.  Beberapa aspek yang tercakup untuk diperbaiki, menurut Suwardi adalah struktur, ketenagaan, sarana dan prasarana yang harus menyesuaikan pada 8 standar pendidikan tetapi 9 standar pendidikan Muhammadiyah. Beliau menamb...