Bojonegoro, Selasa (14/07/2026), Pengenalan Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan Islam dikenalkan kepada siswa baru kelas 10 SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Kegiatan Fortasi (Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa) diisi dengan materi tentang pengenalan untuk membuka wawasan para siswa terkait prinsip dan pokok kemuhammadiyahan dalam menjalankan agama Islam secara kaffah. Drs. Suwardi, menjelaskan bahwa Muhammadiyah harus selaras dengan perkembangan peradaban masyarakat saat ini. "Maka, setiap siswa ataupun pemuda yang menjadi anggota didalamnya seyogyanya memegang teguh prinsip Muhammadiyah dalam melaksanakan aktivitas di kehidupan sehari-hari," jelas pria yang senior dalam organisasi Muhammadiyah Bojonegoro.
Suwardi juga menyoroti dinamika kehidupan remaja di zaman yang cenderung meninggalkan agama Islam. Sudah banyak contoh kasus konkrit dimana nilai dan moral Islam telah diabaikan. Seperti pergaulan bebas, paparan ideologi radikalisme, kejahatan, hingga penyesatan beratribut agama tertentu. "Inilah bukti bahwa agama Islam tidak lagi digunakan sebagai panduan hidup oleh masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar. Sehingga penanaman nilai-nilai Islam melalui Muhammadiyah perlu lebih digiatkan yaitu penyadaran kepada generasi Z dimana pada gilirannya mereka sebagai penerus misi kepada masyarakat. Inilah peran kamu (siswa) saat ini untuk mempelajari hakikat Muhammadiyah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas," tegas beliau kepada peserta Fortasi.
Hakikat Muhammadiyah terletak pada tauhid, muammalah, ibadah, dan akhlak yang perlu ditanamkan dalam diri siswa atau pemuda. Empat pilar tersebut merupakan konsep bermuhammadiyah yang menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat. Suwardi menyatakan hal tersebut dalam sesi akhir materinya kepada peserta Fortasi untuk menjaga konsep tersebut sembari beradaptasi dengan perkembangan zaman. (hmy/smam1bjn)

Komentar
Posting Komentar