Langsung ke konten utama

Fortasi Tahun 2026/2027 : Generasi Z Mengenal Hakikat Muhammadiyah

     


Bojonegoro, Selasa (14/07/2026), Pengenalan Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan Islam dikenalkan kepada siswa baru kelas 10 SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Kegiatan Fortasi (Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa) diisi dengan materi tentang pengenalan untuk membuka wawasan para siswa terkait prinsip dan pokok kemuhammadiyahan dalam menjalankan agama Islam secara kaffah. Drs. Suwardi, menjelaskan bahwa Muhammadiyah harus selaras dengan perkembangan peradaban masyarakat saat ini. "Maka, setiap siswa ataupun pemuda yang menjadi anggota didalamnya seyogyanya memegang teguh prinsip Muhammadiyah dalam melaksanakan aktivitas di kehidupan sehari-hari," jelas pria yang senior dalam organisasi Muhammadiyah Bojonegoro. 

    Suwardi juga menyoroti dinamika kehidupan remaja di zaman yang cenderung meninggalkan agama Islam. Sudah banyak contoh kasus konkrit dimana nilai dan moral Islam telah diabaikan. Seperti pergaulan bebas, paparan ideologi radikalisme, kejahatan, hingga penyesatan beratribut agama tertentu. "Inilah bukti bahwa agama Islam tidak lagi digunakan sebagai panduan hidup oleh masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar. Sehingga penanaman nilai-nilai Islam melalui Muhammadiyah perlu lebih digiatkan yaitu penyadaran kepada generasi Z dimana pada gilirannya mereka sebagai penerus misi kepada masyarakat. Inilah peran kamu (siswa) saat ini untuk mempelajari hakikat Muhammadiyah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas," tegas beliau kepada peserta Fortasi. 

Hakikat Muhammadiyah terletak pada tauhid, muammalah, ibadah, dan akhlak yang perlu ditanamkan dalam diri siswa atau pemuda. Empat pilar tersebut merupakan konsep bermuhammadiyah yang menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat. Suwardi menyatakan hal tersebut dalam sesi akhir materinya kepada peserta Fortasi untuk menjaga konsep tersebut sembari beradaptasi dengan perkembangan zaman. (hmy/smam1bjn)

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SASTRA SEKOLAH

          Karya:    Nama    : Kusnul Qothimah     Kelas     : X MIPA SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro UNTUKMU IBUKU      Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang rajin belajar dan bekerja keras namanya safira usianya 12 tahun.safira hidup bersama ibunya karena ayahnya meninggalkannya saat dia masih bayi.sehari hari safira berjualan kue untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan ibunya,karena ibunya  yang sedang sakit.terkadang ibunya tidak tega melihat putrinya berjualan namun apa daya dia  tidak bisa melakukan apa-apa karena penyakit yang menyerang dirinya saat safira berusia 10 tahun.terkadang safira menangis melihat ibunya yang sedang sakit karena penyakit yang di derita ibunya selama 2 tahun.safira hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibunya yang sangat ia cintai.     S afira rela melakukan apa apa demi ibunya ,ia ingin ibunya sembuh dan bisa melakukan aktivitas yang bias...

Sosialisasi AKM dan Implikasinya bagi Pembelajaran

Rapat sosialisasi SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro bersama pengawas pembina      Bojonegoro, Senin (08/02/2021). SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro mengadakan rapat pertemuan dengan pengawas pembina, Dra. Sri Restu Wahyuningsih, M.M.Pd dalam rangka sosialisasi asesmen kompetensi minimum (AKM). Mulai tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Kemdikbud) telah mencanangkan program tersebut guna menjaga kualitas pendidikan setelah ujian nasional (UN) ditiadakan. Dalam rapat tersebut, pengawas yang akrab dipanggil Restu menjelaskan bahwa tujuan AKM adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. "Jadi AKM, selain melakukan perbaikan mutu pembelajaran bagi satuan pendidikan, juga sebagai sistem evaluasi terhadap tingkat pemerataan pendidikan oleh pemangku kebijakan," jelasnya. Dengan adanya AKM, akan tampak bagaimana proses pembelajaran dan hasilnya di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro.       Adapun proses pembelajaran t...

Memperingati Tiga Hari Besar

Dimeriahkan Lomba Antar Siswa suasana persiapan lomba      Kamis, 21 Oktober 2021, SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro menggelar lomba untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi Bojonegoro ke-344 dan Hari Santri Nasional. Even ini dimanfaatkan betul oleh para siswa yang turut mejadi peserta lomba.  Kemeriahannya pun terasa karena antusiasme siswa yang tinggi. Ketua panitia penyelenggara lomba, Natikah mencatat ada total 30 siswa peserta. Diantaranya 10 siswa kelas X IPA, 10 siswa kelas XI IPS dan 10 siswa kelas XII IPA. menghayati puisi      Jenis lomba kali ini terdiri dari lomba membaca puisi, pidato berbahasa Jawa dan Indonesia dan menggambar poster. Dengan jenis lomba yang beragam tersebut siswa dapat memilih sesuai minat dan bakatnya. Salah satunya adalah Siti Aisyah. Siswi asal Padang, Sumatera Barat itu mantap memilih lomba baca puisi karena gemar dengan bidang kesusastraan. Terbukti pilihannya itu tepat. Dia berhasil tampil baik. "Alhamdu...